REPRESENTASI ALAM SAKRAL PADA LEGENDA RORO ANTENG DAN JOKO SEGER DALAM PERSPEKTIF EKOLINGUISTIK
Abstract
This study aims to examine the representation of sacred nature in the legend of Roro Anteng and Joko Seger through an ecolinguistic approach. The legend contains ecological symbols that reflect a harmonious relationship between humans, ancestors, and nature. This research employs a qualitative descriptive method with content analysis of the legend's text. The findings show that Mount Bromo is regarded as a sacred entity embedded in the belief system of the Tengger community. These results highlight that environmental preservation is closely linked to the cultural and linguistic understanding passed down through folklore.
Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi alam sakral dalam legenda Roro Anteng dan Joko Seger melalui pendekatan ekolinguistik. Legenda tersebut mengandung simbol-simbol ekologis yang mencerminkan relasi harmonis antara manusia, leluhur, dan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap teks legenda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Bromo dipandang sebagai entitas sakral yang menyatu dalam sistem kepercayaan masyarakat Tengger. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan berkaitan erat dengan pemahaman budaya dan bahasa lokal yang diwariskan melalui cerita rakyat.



