PENERAPAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM IPAR ADALAH MAUT KARYA HANUM BRAMANTYO

Authors

  • Gladis Dwi Atmaja Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang
  • Ine Assa Yeasica
  • Farihah Ambar Wati

Keywords:

Pragmatik, Prinsip Kesantunan, Ipar Adalah Maut

Abstract

This study aims to analyze the application of politeness maxims in the film Ipar Adalah Maut. The method used is qualitative by observing and recording. The results of the analysis of 91 data show that most of the politeness maxims are obeyed (74.7%), while a small part is violated (25.3%). The film Ipar Adalah Maut has succeeded in creating communication that shows high levels of politeness in language and is accepted in society, making it not only popular with 4.74 million viewers.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan dalam film Ipar Adalah Maut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara simak catat. Hasil analisis terhadap 91 data menunjukkan bahwa sebagian besar maksim kesantunan dipatuhi (74,7%), sementara sebagian kecil dilanggar (25,3%). Film Ipar Adalah Maut berhasil menciptakan komunikasi yang menunjukkan tingginya kesantunan berbahasa dan diterima di tengah masyarakat, menjadikannya tidak hanya populer dengan 4,74 juta penonton.

 

Downloads

Published

2026-07-01