GAYA BAHASA DAN KRITIK SOSIAL DALAM DUA FILM WARKOP DKI
Abstract
Warkop DKI is an Indonesian comedy that utilizes .satirical humor as a means of social criticism. Analysis using stylistic approaches and Gorys Keraf's theory of figures of speech demonstrates the use of metaphor, simile, hyperbole, and irony to convey social issues in a lighthearted and entertaining manner. Colloquial language, local accents, and puns bring the film into close contact with societal realities. Through humor, Warkop DKI critiques bureaucratic corruption, social inequality, gender stereotypes, and arrogant behavior, while also instilling moral values and social awareness.
Film Warkop DKI merupakan film komedi Indonesia yang memanfaatkan gaya bahasa humor satir sebagai sarana kritik sosial. Analisis dengan pendekatan stilistika dan teori majas Gorys Keraf menunjukkan penggunaan metafora, simile, hiperbola, dan ironi untuk menyampaikan persoalan sosial secara ringan dan menghibur. Bahasa sehari-hari, logat lokal, serta plesetan kata membuat film ini dekat dengan realitas masyarakat. Melalui humor, Warkop DKI mengkritik korupsi birokrasi, kesenjangan sosial, stereotip gender, dan perilaku sombong, sekaligus menanamkan nilai moral dan kesadaran sosial.



