STRUKTUR OPOSISI BINER KEBAHAGIAAN–KEMATIAN DALAM CERPEN “KEBAHAGIAAN YANG MEMBUNUH”: ANALISIS STRUKTURALISME LÉVI-STRAUSS
Keywords:
Strukturalisme, Lévi-Strauss, oposisi biner, kebahagiaan-kematianAbstract
This article examines the binary opposition between happiness and death represented in Atta Verin’s short story “Kebahagiaan yang Membunuh” through the lens of Lévi-Strauss’s Structuralism. Using a descriptive qualitative method and close reading technique, the study identifies that the narrative is primarily structured around the central opposition of happiness–death, mediated by desire, pretense, and sacrifice. The protagonist, Malla, embodies the modern individual trapped within the myth of fabricated happiness, choosing to preserve the illusion of familial harmony despite undergoing a form of “inner death.” The analysis reveals that enforced happiness ultimately leads to emotional destruction and highlights a social critique of contemporary culture, which prioritizes the image of happiness over genuine emotional honesty.
Artikel ini membahas oposisi biner antara kebahagiaan dan kematian yang direpresentasikan dalam cerpen “Kebahagiaan yang Membunuh” karya Atta Verin dengan menggunakan pendekatan Strukturalisme Lévi-Strauss. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam (close reading). Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita ini terutama disusun melalui oposisi utama kebahagiaan–kematian yang dimediasi oleh hasrat, kepura-puraan, dan pengorbanan. Tokoh Malla menjadi representasi manusia modern yang terjebak dalam mitos kebahagiaan semu dan memilih mempertahankan ilusi kebahagiaan keluarga meskipun harus mengalami “kematian batin”. Cerpen ini mengungkap bahwa kebahagiaan yang dipaksakan justru menimbulkan kehancuran, serta mencerminkan kritik sosial terhadap budaya modern yang mengejar citra bahagia tanpa kejujuran emosional.



