STRATEGI PEMBENTUKAN KOMUNITAS DANCE COVER K-POP DALAM RUANG URBAN DI KOTA SOLO
DOI:
https://doi.org/10.17977/um037v11i12026p160-171Abstract
Penelitian mengenai komunitas dance cover K-Pop di Indonesia, umumnya fokus pada aspek fandom dan difusi budaya, namun belum secara khusus mengkaji bagaimana komunitas tersebut membangun strategi pembentukan untuk memperoleh legitimasi dalam ekosistem budaya urban yang didominasi oleh nilai-nilai tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi pembentukan komunitas dance cover K-Pop di Kota Solo berlangsung dan berfungsi sebagai upaya memperoleh legitimasi. Uniknya, komunitas ini berkembang melalui relasi cair tanpa struktur formal yang kaku, dengan pola perekrutan yang fleksibel, mobilitas anggota tinggi, serta kepemimpinan yang bersifat situasional. Kondisi tersebut melahirkan fenomena komunitas populer yang tampak rapuh namun justru adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan perspektif liquid community Zygmunt Bauman dan konsep everyday urban tactics Michel de Certeau, dengan pendekatan etnografi mini dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas dance cover K-Pop memanfaatkan ruang kota dan media digital sebagai arena strategis untuk membangun visibilitas dan mendapatkan pengakuan sosial melalui praktik yang adaptif dan berkelanjutan.





