CULTURAL DIPLOMACY THROUGH PERFORMING ARTS: A CASE STUDY OF UPI'S SUMMER PROGRAM FOR INTERNATIONAL STUDENTS

Authors

  • Inke Firdaus Universitas Pendidikan Indonesia
  • Yuventio Dwi Arampan Pendidikan Seni, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Yuliawan Kasmahidayat Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Trianti Nugraheni Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17977/um037v11i12026p51-68

Keywords:

Seni pertunjukan, Ibing Pencak Silat, diplomasi budaya, antropologi seni, summer program, soft power

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran seni pertunjukan sebagai media diplomasi budaya dalam kegiatan Summer Program 2024 di Universitas Pendidikan Indonesia bagi mahasiswa internasional. Salah satu kegiatan dalam program ini adalah menyelenggarakan rangkaian aktivitas kebudayaan dengan tema “Diving into the Beauty of Indonesian Traditional Dances”, yang secara khusus memperkenalkan bentuk seni pertunjukan tradisional Indonesia, salah satunya adalah Ibing Pencak Silat. Dalam perspektif antropologi seni, Ibing Pencak Silat dipahami sebagai representasi simbolik budaya yang merefleksikan nilai, identitas, dan karakter masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi, kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta internasional memahami kekayaan budaya Indonesia melalui pengalaman langsung mempelajari dan menyaksikan seni pertunjukan tradisional. Penelitian ini menggunakan mixed method, dengan data kualitatif diperoleh melalui observasi mendalam dan wawancara dengan penyelenggara program, pengajar, dan peserta internasional, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui survei untuk mengukur persepsi peserta terhadap efektivitas seni pertunjukan sebagai media diplomasi budaya. Validitas data diperkuat melalui triangulasi metode dengan membandingkan temuan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibing Pencak Silat berfungsi selain sebagai sarana ekspresi budaya, juga sebagai instrumen soft power yang efektif dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia di tingkat internasional. Temuan kuantitatif mendukung temuan kualitatif, di mana peserta menilai bahwa keterlibatan langsung dalam seni pertunjukan tersebut membantu membangun pemahaman lintas budaya serta memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang kaya, dinamis, dan terbuka terhadap keragaman budaya. Pentingnya sinergi program pendidikan dan kebudayaan dalam mendukung agenda diplomasi budaya Indonesia melalui interaksi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy).

Downloads

Published

2026-04-29

Issue

Section

Articles