REMPEG BALUNG BUTO DANCE: A MYTH-BASED CREATION AS A REPRESENTATION OF ARCHAEOLOGICAL IDENTITY IN MANYAREJO, SANGIRAN
DOI:
https://doi.org/10.17977/um037v10i22025p185%20-%20197Keywords:
Tari Rempeg Balung Buto, mitos lokal,, kreasi seni, identitas arkeologisAbstract
Tari Rempeg Balung Buto merupakan sebuah kreasi seni yang terinspirasi dari mitos balung buto, yakni narasi lokal yang hidup di tengah masyarakat Manyarejo, Sangiran. Lebih dari sekadar ekspresi estetis, tarian ini dirancang sebagai strategi pelestarian budaya yang merefleksikan nilai-nilai arkeologis melalui pendekatan artistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mitos lokal dapat diolah menjadi karya seni yang memperkuat identitas arkeologis sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap situs purbakala. Metode yang digunakan adalah artistic research dengan pendekatan etnokoreologi. Data diperoleh melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan pelaku budaya dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rempeg Balung Buto berhasil mengintegrasikan mitos dan konteks arkeologis ke dalam bentuk pertunjukan yang kontekstual, komunikatif dan partisipatif. Mitos yang berkelindan dengan lanskap geografis dan ingatan kolektif masyarakat membentuk struktur dramatik dan simbolik tari. Tarian ini menjadi media diseminasi nilai budaya dan representasi identitas arkeologis, yang memperkuat hubungan emosional masyarakat terhadap warisan budaya Sangiran secara partisipatif dan kontekstual.





