DESAIN DAUN NAKAS RETRO DARI LIMBAH KAYU JATI DENGAN TEKNIK FINGER JOIN LAMINATING MENGGUNAKAN KOMPOSISI NIRMANA
DOI:
https://doi.org/10.17977/um037v11i12026p150-159Keywords:
Furniture, Limbah Kayu, finger Joint Laminating, Design Thinking, Nakas retro, NirmanaAbstract
Furniture merupakan produk penting dalam ruang yang berfungsi secara fungsional maupun deklaratif. Furniture mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam era yang semakin sadar lingkungan, sehingga desain produk perlu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. Salah satu isu penting adalah melimpahnya limbah kayu yang kurang mendapat perhatian, padahal limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture. Potongan kayu dapat diolah dengan teknik finger joint laminating atau penyusunan ulang menjadi papan laminasi yang mempermudah proses pembuatan produk. Perancangan ini menggunakan metode Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan: Empathise (pemahaman masalah), Define (merumuskan permasalahan), Ideate (menghasilkan ide), Prototype (membuat prototipe produk), dan Test (menguji dan mengevaluasi solusi). Setelah ide diperoleh, produk diuji dan dievaluasi melalui umpan balik. Maka di rancanglah produk nakas resto dengan penerapan komposisi nirmana pada pola papan finger joint laminating sebagai inovasi furniture dari limbah bernilai jual tinggi. Furniture tidak hanya fungsional, tetapi juga media ekspresi artistik. Integrasi seni nirmana meningkatkan nilai visual sekaligus menjembatani seni dan fungsi. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah kayu menggunakan teknik finger joint laminating mendukung industri ramah lingkungan dan solusi desain yang inovatif dan berkelanjutan.





