https://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/issue/feedBasindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya2026-07-01T18:46:32+00:00Dr. Azizatuz Zahro', S.Pd, M.Pd[email protected]Open Journal Systems<div class="page_index_journal"> <section class="homepage_about"> <p>Journal of Indonesian Language and Literature is published by Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM).</p> <p>The Indonesian Language and Literature Journal is published 2 (two) times a year in June (January-June edition) and December (July-December), containing articles / articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners and reviewers about the results of research, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.</p> <p>The journal has been accredited by Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) officially Managed by Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Republic Indonesia <strong><a title="Sinta 4 Basindo" href="#" target="_blank" rel="noopener">SINTA 4</a> </strong>grade since 2023 to 2027 according to Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 79/E/KPT/2023 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2023.</p> </section> </div>https://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/726ANALISIS SEMANTIK KONTEKSTUAL DALAM NOVEL ‘HARGA SEBUAH PERCAYA’ KARYA TERE LIYE: BERDASARKAN SITUASI TUTUR2026-02-05T07:52:10+00:00A. Nurul Arifa[email protected]Arief Fiddienika[email protected]<p><em>This study examines the meaning of utterances in the novel Harga </em><em>Sebuah Percaya</em><em> by Tere Liye using a contextual semantics approach focused on speech situations. Meaning is shaped not only by words, but also by context such as speaker, listener, time, place, and purpose. Using a qualitative descriptive method and content analysis, the study finds that utterance meanings are influenced by character relationships, emotions, and background events. The study highlights the importance of context in revealing hidden meanings within literary works.</em></p> <p>Penelitian ini mengkaji makna ucapan dalam novel <em>Harga Sebuah Percaya</em> karya Tere Liye melalui pendekatan semantik kontekstual dengan fokus pada situasi tutur. Makna tidak hanya berasal dari kata, tetapi juga dari konteks komunikasi seperti pembicara, lawan bicara, waktu, tempat, dan tujuan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Hasil menunjukkan bahwa makna ucapan dipengaruhi oleh relasi tokoh, emosi, dan latar peristiwa. Studi ini menegaskan pentingnya konteks dalam mengungkap makna tersembunyi dalam karya sastra.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/720ANALISIS MAKNA SEMANTIK PADA PENAMAAN MENU DI MIE GACOAN PASCA-SERTIFIKASI HALAL2026-02-04T06:40:51+00:00Novita Fitri Astuti[email protected]<p><em>The development of the times and progress have had a significant impact, one of which is on the food business, namely Mie Gacoan. This study aims to uncover the background of the naming and the meaning contained in the names of unique menus offered by Mie Gacoan, especially after the name change to obtain MUI halal certification. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through literature studies, observations, and direct recording of the official Mie Gacoan menu list. Data analysis was carried out using Chaer's semantic approach. The results of this study indicate that 12 data were found, namely 7 associative meanings, 3 denotative meanings, and 2 connotative meanings.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Perkembangan zaman dan kemajuan memberikan dampak signifikan salah satunya pada bisnis makanan yakni Mie Gacoan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang penamaan serta makna yang terkandung dalam nama-nama menu unik yang ditawarkan oleh Mie Gacoan, khususnya pasca-perubahan penamaan guna memperoleh sertifikat halal MUI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan pencatatan langsung terhadap daftar menu resmi Mie Gacoan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semantik milik Chaer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan data sebanyak 12 data yang diteliti yaitu terdapat 7 makna asosiatif, 3 makna denotatif, serta 2 makna konotatif.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/996CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM TUTURAN LISAN BIPA PEMULA: STUDI KASUS PEMELAJAR ASAL YAMAN2026-05-20T14:35:13+00:00Alifiatus Zahra Salsabila[email protected]Prima Vidya Asteria[email protected]<p><em>This study was conducted with the aim of identifying various forms of code switching and code mixing and their factors in BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) conversation learning at the elementary level. This study applies a qualitative descriptive method with a case study approach centered on one research subject, a Yemeni learner in the BIPA Level 2 class at Surabaya State University. The research data were in the form of oral speech obtained through recording, observation, and interview techniques. The findings of this study indicate that the dominant code mixing is intra-sentential mixing and code switching is inter-sentential switching.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Studi ini dilakukan dengan tujuan mengenali berbagai bentuk alih kode dan campur kode serta faktornya dalam pembelajaran percakapan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) pada tingkat dasar. Kajian ini mengaplikasikan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dipusatkan pada satu subjek penelitian pemelajar asal Yaman di kelas BIPA Level 2 Universitas Negeri Surabaya. Data penelitian berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik rekam, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode yang dominan adalah <em>intra-sentential mixing</em> dan alih kode berjenis <em>inter-sentential switching</em><em>.</em></p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/490ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK PADA LAGU “SEDIA AKU SEBELUM HUJAN” KARYA IDGITAF2025-12-17T05:27:49+00:00Primadona Equira[email protected]<p><em>This study aims to uncover the macro-, superstructure and microstructure of language in the lyrics of the song “Sedia Aku Sebelum Hujan” by Idgitaf, as well as their meaning. The method employed is a descriptive qualitative approach using Teun A. van Dijk’s model of critical discourse analysis. The research data consist of the song lyrics, listeners’ comments and supporting information. The results of the study indicate that the lyrics in the song “Sedia Aku Sebelum Hujan” construct meanings of readiness and sacrifice through metaphors, repetition, and the listeners’ emotional reception.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro bahasa dalam lirik lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf serta pemaknaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Data penelitian berupa lirik lagu, komentar pendengar, dan informasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik yang dijumpai dalam lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” membangun makna kesiapan dan pengorbanan melalui metafora, repetisi, serta penerimaan pendengar yang bersifat emosional.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/1408EKSISTENSI DAN MOTIF MISTISME DALAM CERITA RAKYAT SUMUR GEDE CILAMAYA KULON (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA: NIELS MULDER)2026-06-29T08:16:38+00:00Silvia Damayanti[email protected]Naisya Rosy Pratiwi[email protected]Aisyah Nabila Khonsa[email protected]Rizki Teja Pratama[email protected]<p><em>This study aims to describe the existence and motifs of mysticism in the folklor of Sumur Gede Cilamaya Kulon based on the analysis of Niels Mulder's literary anthropology. The method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach, including in-depth interviews and documentation studies of oral literary texts. The study results show that the concept of mysticism is divided into the Existence of Mysticism and the Motive of Mysticism. The Existence of Mysticism consists of Material Existence, Spiritual Existence, and Moral Existence. The Motive of Mysticism consists of Positive Motives and Egoistic Motives. These findings emphasize the role of mysticism as an important element in maintaining the cultural heritage and social values of the Cilamaya Kulon community.</em></p> <p> </p> <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi dan motif mistisme dalam cerita rakyat Sumur Gede Cilamaya Kulon berdasarkan kajian antropologi sastra Niels Mulder. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi wawancara mendalam dan studi dokumentasi teks sastra lisan. Hasil penelitian menunjukkan konsep mistisme terbagi menjadi dua, yaitu Eksistensi Mistisme dan Motif Mistisme. Eksistensi Mistisme terdiri dari Eksistensi Material, Eksistensi Spiritual, dan Eksistensi Moral. Motif Mistisme terdiri dari Motif dan Motif Egoistis. Temuan ini mempertegas peran mistisme sebagai unsur penting dalam menjaga warisan budaya dan nilai sosial masyarakat Cilamaya Kulon.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/481NARASI PERLAWANAN KELOMPOK MARGINAL DALAM CERPEN SUARA DARI JALANAN KARYA NADYA NURUL AZKIYA KAJIAN TEKSTUAL BARTHES2025-12-16T08:49:53+00:00JoanElkana Tarigan[email protected]<p>Penelitian ini membahas narasi perlawanan kelompok marginal terhadap pemerintah dalam cerpen <em>Suara dari Jalanan</em> karya Nadya Nurul Azkiya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung makna perlawanan, yang dianalisis menggunakan lima kode pembacaan Barthes, yaitu kode hermeneutik, semik, simbolik, aksian, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan dalam cerpen ditampilkan dalam dua bentuk, yaitu perlawanan tertutup dan perlawanan terbuka. Perlawanan tertutup muncul melalui penderitaan, kegelisahan, dan suara kecil rakyat yang terpinggirkan, sedangkan perlawanan terbuka ditunjukkan melalui aksi demonstrasi, suara kolektif massa, dan konfrontasi dengan aparat pemerintah. Melalui analisis tersebut, cerpen ini merepresentasikan perlawanan sebagai bentuk kritik sosial terhadap ketidakadilan dan dominasi kekuasaan negara terhadap kelompok marginal.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/447PENGENALAN BUDAYA LOKAL KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI MAHASISWA PROGRAM DARMASISWA PUSAT BAHASA UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA2025-12-11T04:59:54+00:00SITI NURFITRIANI[email protected]<p><em>This study aims to examine strategies and approaches for introducing local Islamic culture within the Darmasiswa BIPA programme at UIN Jakarta. This study employs a descriptive qualitative research design. The research approach consists of classroom observation, a literature review, and interviews with BIPA Darmasiswa learners at UIN Jakarta. The results indicate that the introduction of local Islamic culture is carried out through: 1) Texts in teaching materials, and 2) Visits and practical activities. These activities can enhance motivation, provide new experiences and elicit positive responses from BIPA learners. Consequently, the introduction of local Islamic culture can serve as an alternative teaching resource for showcasing Indonesia’s cultural richness.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan pendekatan dalam mengenalkan budaya lokal keislaman dalam program BIPA Darmasiswa di UIN Jakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan penelitian berupa tindakan kelas, kajian pustaka, dan wawancara dengan pemelajar BIPA Darmasiswa UIN Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pengenalan budaya lokal keislaman dilakukan melalui: 1) Teks dalam bahan ajar, dan 2) Kunjungan dan praktik. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi, pengalaman baru, dan respon positif dari pemelajar BIPA. Dengan demikian, pengenalan budaya lokal keislaman dapat menjadi alternatif bahan ajar untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/687REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM DALAM WACANA BERITA2026-01-27T01:42:16+00:00Agustin Erlin Irawati[email protected]Rusdhianti Wuryaningrum[email protected]<p><em>This study aims to reveal the representation of Muslim identity in Eid al-Fitr news coverage in the secular media Kompas and the religious media Hidayatullah using Roger Fowler’s Critical Discourse Analysis approach. This research employs a qualitative descriptive method, with data consisting of words, phrases, clauses, and sentences found in news texts. The analysis focuses on lexical and grammatical aspects, including classification, restriction of perspective, marginalization, discursive contestation, as well as the use of passive constructions and nominalization. The findings indicate that the secular media Kompas tends to represent Muslims as objects of news coverage within social activities, whereas the religious media Hidayatullah positions Muslim identity as the primary subject of discourse by emphasizing religious values, communal solidarity, and the spiritual meaning of Eid al-Fitr.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi identitas Muslim dalam pemberitaan Idulfitri pada media sekuler <em>Kompas</em> dan media religius <em>Hidayatullah</em> dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Roger Fowler. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam teks berita. Analisis difokuskan pada aspek kosakata dan tata bahasa, meliputi klasifikasi, pembatas pandangan, peminggiran, pertarungan wacana, serta penggunaan kalimat pasif dan nominalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekuler <em>Kompas</em> cenderung merepresentasikan Muslim sebagai objek pemberitaan dalam aktivitas sosial, sementara media religius <em>Hidayatullah</em> menempatkan identitas Muslim sebagai subjek utama wacana dengan penekanan pada nilai religius, solidaritas umat, dan makna spiritual Idulfitri.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/445TRAUMA TRANSGENERASIONAL DALAM CERPEN CEROBONG TUA TERUS MENDERA KARYA RAUDAL TANJUNG BANUA2025-12-11T10:13:21+00:00Anindya Puspita[email protected]Arif Kurniawan[email protected]Asriyansyah[email protected]Ega Erlambang[email protected]<p><em>Trauma</em> <em>can spread through the process of transmitting traumatic experiences to the descendants of survivors. Using explanatory methods and Marianne Hirsch's post-memory concept, this study aims to dig deeper into how transgenerational trauma presents in Cerobong Tua Terus Mendera (2024), as well as how trauma is manifested by the character Wiji. Wiji's transgenerational trauma is the result of a historical process that operates across generations and originates from the life story of Ki Ageng Mangir. The symptoms of Wiji's trauma appear in the form of involuntary memory through the sound of the chimney as a medium that brings together the past and present in the same affective moment. Involuntary memory is no longer just a flashback, but a traumatic repetition—a re-enactment that makes the past intensely present again in the body of the present.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Trauma dapat disebarkan melalui proses transmisi pengalaman-pengalaman traumatis kepada keturunan penyintas. Dengan metode eksplanatif dan konsep pasca-ingatan Marianne Hirsch, penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam bagaimana trauma transgenerasional dihadirkan pada Cerobong Tua Terus Mendera, serta bagaimana bentuk trauma dimanifestasikan oleh tokoh Wiji. Trauma transgenerasional Wiji adalah hasil dari proses historis yang bekerja lintas generasi dan berasal dari kisah hidup Ki Ageng Mangir. Gejala trauma Wiji muncul dalam bentuk involuntary memory melalui suara cerobong sebagai medium yang mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu momen afektif yang sama. Involuntary memory bukan lagi sekadar kilas balik, tetapi pengulangan traumatik—sebuah re-enactment yang membuat masa lalu hadir kembali secara intens dalam tubuh masa kini.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/463TOPIK WACANA PERCAKAPAN DALAM KANAL YOUTUBE DUO PENGACARA EPISODE NO CUT NO EDIT PART 272025-12-14T04:05:59+00:00Sasmitha Caesar Putra[email protected]Alma Fidela[email protected]<p><em>This study aims to describe the types of conversation topics and the factors that influence the choice of discourse topics in the YouTube channel Duo Pengacara Episode “No Cut No Edit Part 27”. This study uses a qualitative descriptive approach with note-taking observation techniques and data analysis using qualitative analysis theory by Miles and Huberman. The research data consist of conversations between Bima, Desti, and Vivi, which are subsequently analyzed to identify the types of conversation topics and the factors influencing topic selection. The results show that the types of conversation topics include old and new topics, real topics, imaginary topics, non-continuous topics, and continuous topics. The factors influencing topic selection include situational factors and knowledge factors, while normative and cultural factors were not found in the research results.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis topik percakapan dan faktor yang memengaruhi pemilihan topik wacana percakapan dalam kanal YouTube Duo Pengacara Episode “No Cut No Edit Part 27”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat dan analisis data menggunakan teori analisis kualitatif oleh Miles dan Huberman. Data penelitian berupa percakapan antara Bima, Desti, dan Vivi yang selanjutnya dianalisis untuk mengidentifikasi jenis topik percakapan dan faktor yang memengaruhi pemilihan topiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis topik percakapan yang muncul mencakup topik lama dan baru, topik nyata, topik imajinasi, topik tidak berkelanjutan, dan topik berkelanjutan. Faktor yang memengaruhi pemilihan topik mencakup faktor situasional dan faktor pengetahuan, sedangkan faktor norma dan budaya tidak ditemukan pada hasil penelitian.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/500MAKNA PERIBAHASA JAWA BEREDUPLIKASI SEBAGIAN DAN PERUBAHAN FONEM DALAM PEPAK BASA JAWA KARYA ABIKUSNO2025-12-18T04:41:17+00:00Atanasia Sekariani[email protected]<p><em>This study aims to analyze the meaning of Javanese proverbs that undergo partial reduplication and phonemic change reduplication in Pepak Basa Jawa by Abikusno. This study is motivated by the limited research specifically discussing the phenomenon of reduplication in Javanese proverbs, even though proverbs are phraseological units rich in meaning and cultural value. This study uses a morphological and semantic approach with a literature review method. Primary data was obtained from Javanese proverbs on pages 39–47 in Pepak Basa Jawa, while secondary data came from oral sources on social media. The results of the study show that there are seven reduplicated proverbs, consisting of four phoneme change reduplications and two partial reduplications. These reduplications play an important role in forming idiomatic meanings and reinforcing the moral messages and cultural values of Javanese society.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis makna peribahasa Jawa yang mengalami reduplikasi sebagian dan reduplikasi perubahan fonem dalam <em>Pepak Basa Jawa</em> karya Abikusno. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang secara khusus membahas fenomena reduplikasi pada peribahasa Jawa, meskipun peribahasa merupakan unit fraseologis yang sarat makna dan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan morfologi dan semantik dengan metode studi pustaka. Data primer diperoleh dari peribahasa Jawa pada halaman 39–47 dalam Pepak Basa Jawa, sedangkan data sekunder berasal dari sumber lisan di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya tujuh peribahasa bereduplikasi, terdiri atas empat reduplikasi perubahan fonem dan dua reduplikasi sebagian. Reduplikasi tersebut berperan penting dalam membentuk makna idiomatik serta memperkuat pesan moral dan nilai budaya masyarakat Jawa.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/510STRUKTUR SOSIAL DAN DINAMIKA KELAS ETNIS TIONGHOA DALAM CERPEN “KALA DISTOPIA”: REALISME SOSIAL GEORG LUKACS2025-12-19T09:50:21+00:00Nabila Laudzarahmah[email protected]Grace Tamba[email protected]Mahda Faradisa[email protected]Nabila Hadi[email protected]Nadia Aulia[email protected]<p><em>This study examines how dystopia in the short story reflects Indonesian social contradictions through George Lukács' Social Realism and explores the dynamics of class and ethnic relations. Using a qualitative descriptive method with a literary sociology approach, the study analyses narratives, dialogues, and character descriptions to uncover class relations, ideology, and social structures. The findings reveal that the characters represent social subjects trapped in class conflict, power inequality, and ethnic discrimination. Realistic language and social details reinforce the concept of social totality, positioning the short story as a form of social criticism of injustice, greed, and the erosion of humanity. </em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana distopia dalam cerpen merefleksikan kontradiksi sosial Indonesia melalui perspektif Realisme Sosial George Lukács serta menganalisis dinamika relasi antarkelas dan antaretnis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa narasi, dialog, dan deskripsi tokoh dianalisis untuk mengungkap relasi kelas, ideologi, dan struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh merepresentasikan subjek sosial yang terjebak dalam konflik kelas, ketimpangan kekuasaan, dan diskriminasi etnis. Bahasa yang realistis dan detail sosial menegaskan konsep totalitas sosial, sehingga cerpen menjadi kritik sosial terhadap ketidakadilan, keserakahan, dan lunturnya nilai kemanusiaan.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/514PARODI DAN SATIRE DALAM CERPEN “PENGACARA PIKUN”2025-12-19T12:35:52+00:00Revangga Nur Ghani[email protected]Claudia Boru Sihombing[email protected]Putri Nur Huda[email protected]Risma Hidayah[email protected]<p><em>This study examines the representation of parody and satire in the short story “</em>Pengacara Pikun”<em>, published in Kompas in 2013, as a form of criticism of legal practices and political power. Drawing on Linda Hutcheon’s theory of parody and Abrams’ concept of satire, the research employs a qualitative content analysis approach. The findings identify six instances of parody and ten instances of satire that consistently reinforce each other in constructing social criticism. Through irony, humor, and absurdity, the short story exposes moral inequality, abuse of power, and the paradox of the legal profession, reflecting the contradictions of Indonesian social reality. </em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi parodi dan satire dalam cerpen “Pengacara Pikun” yang dimuat di Kompas tahun 2013 sebagai bentuk kritik terhadap praktik hukum dan kekuasaan politik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi berdasarkan teori parodi Linda Hutcheon dan teori satire M. H. Abrams. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam data parodi dan sepuluh data satire yang saling menguatkan dalam membangun kritik sosial. Melalui ironi, humor, dan absurditas, cerpen merepresentasikan ketimpangan moral, penyalahgunaan kekuasaan, serta paradoks profesi hukum yang mencerminkan kontradiksi realitas sosial di Indonesia.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/505EKSPLOITASI ALAM DAN PEREMPUAN: MANIFESTASI KAJIAN EKOFEMINISME VANDANA SHIVA PADA CERPEN "KOTA INI ADALAH SUMUR"2025-12-19T13:05:24+00:00Hillal Kusman[email protected]<p><em>This study aims to analyze and classify aspects of ecofeminism in the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses Vandana Shiva's ecofeminism approach. The data source for this study is the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses a descriptive qualitative approach. Data analysis was conducted through data reduction, data categorization, and data interpretation. The results of this study indicate that the short story “Kota Ini Adalah Sumur” contains aspects of ecofeminism: 1). The well as a symbol of the forgotten mother, 2). The fading collective memory of urban communities regarding the existence of wells, and 3). The parallelism of wounds: the exploitation of nature and women in the framework of ecofeminism.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi aspek-aspek ekofeminisme yang ada dalam cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme Vandana Shiva. Sumber data penelitian ini adalah cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen “Kota Ini Adalah Sumur” mengandung aspek-aspek ekofeminisme: 1). Sumur sebagai simbol ibu yang terlupakan, 2). Pudarnya memori kolektif Masyarakat urban terhadap eksistensi sumur, dan 3). Paralelisme luka: eksploitasi alam dan perempuan dalam bingkai ekofeminisme.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/516GAYA BAHASA DAN KRITIK SOSIAL DALAM DUA FILM WARKOP DKI2025-12-19T13:07:50+00:00Nur Laily Agmawati[email protected]anfasar rizal[email protected]helmi muzaki[email protected]Naifah Nurlaila[email protected]bagas dimas[email protected]<p><em>Warkop DKI is an Indonesian comedy that utilizes .satirical humor as a means of social criticism. Analysis using stylistic approaches and Gorys Keraf's theory of figures of speech demonstrates the use of metaphor, simile, hyperbole, and irony to convey social issues in a lighthearted and entertaining manner. Colloquial language, local accents, and puns bring the film into close contact with societal realities. Through humor, Warkop DKI critiques bureaucratic corruption, social inequality, gender stereotypes, and arrogant behavior, while also instilling moral values and social awareness.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Film <em>Warkop DKI</em> merupakan film komedi Indonesia yang memanfaatkan gaya bahasa humor satir sebagai sarana kritik sosial. Analisis dengan pendekatan stilistika dan teori majas Gorys Keraf menunjukkan penggunaan metafora, simile, hiperbola, dan ironi untuk menyampaikan persoalan sosial secara ringan dan menghibur. Bahasa sehari-hari, logat lokal, serta plesetan kata membuat film ini dekat dengan realitas masyarakat. Melalui humor, <em>Warkop DKI</em> mengkritik korupsi birokrasi, kesenjangan sosial, stereotip gender, dan perilaku sombong, sekaligus menanamkan nilai moral dan kesadaran sosial.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/530ANALISIS PERUBAHAN MAKNA SEMANTIK KOSAKATA BAHASA KABUPATEN MALANG DALAM FILM YOWIS BEN2025-12-20T10:29:54+00:00Annisah Rahmadha Arifin[email protected]Hillal Maulidalvis Kusman[email protected]Febi Ayu Putri Damayanti[email protected]Dwi Sari Nur Febriyanti[email protected]<p><em>This study aims to analyze semantic shifts in the vocabulary of Javanese from Malang Regency as depicted in the film Yowis Ben, identify types of meaning changes, and explain the influencing factors. It employs a qualitative descriptive approach, using primary data from spoken utterances and film dialogues, along with secondary data from the Javanese Dictionary and relevant literature. Data collection involved observation and note-taking techniques, followed by analysis through identification, classification, and interpretation of meanings, validated via source triangulation. The findings identify ten vocabulary items undergoing semantic changes, including narrowing, total shift, broadening, and pejoration. This research contributes to understanding the dynamics of semantic change in regional languages in the modern era.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kosakata bahasa Jawa Kabupaten Malang dalam film Yowis Ben, mengidentifikasikan jenis-jenis perubahan makna, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer berupa tuturan lisan dan dialog film, serta data sekunder dari Kamus Bahasa Jawa dan literatur yang relevan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi makna dengan triangulasi sumber untuk validitas data. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh kosakata yang mengalami perubahan makna, meliputi penyempitan makna, perubahan total, perluasan makna, dan penurunan makna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika perubahan semantik bahasa daerah di era modern.</p> <p> </p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/729PENERAPAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM IPAR ADALAH MAUT KARYA HANUM BRAMANTYO2026-02-07T08:09:11+00:00Gladis Dwi Atmaja[email protected]Ine Assa Yeasica [email protected]Farihah Ambar Wati[email protected]<p>This study aims to analyze the application of politeness maxims in the film Ipar Adalah Maut. The method used is qualitative by observing and recording. The results of the analysis of 91 data show that most of the politeness maxims are obeyed (74.7%), while a small part is violated (25.3%). The film Ipar Adalah Maut has succeeded in creating communication that shows high levels of politeness in language and is accepted in society, making it not only popular with 4.74 million viewers.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan dalam film Ipar Adalah Maut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara simak catat. Hasil analisis terhadap 91 data menunjukkan bahwa sebagian besar maksim kesantunan dipatuhi (74,7%), sementara sebagian kecil dilanggar (25,3%). Film Ipar Adalah Maut berhasil menciptakan komunikasi yang menunjukkan tingginya kesantunan berbahasa dan diterima di tengah masyarakat, menjadikannya tidak hanya populer dengan 4,74 juta penonton.</p> <p> </p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannyahttps://journal-sastra.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/469STRUKTUR OPOSISI BINER KEBAHAGIAAN–KEMATIAN DALAM CERPEN “KEBAHAGIAAN YANG MEMBUNUH”: ANALISIS STRUKTURALISME LÉVI-STRAUSS2025-12-15T02:48:33+00:00Annisaul Karimah[email protected]<p><em>This article examines the binary opposition between happiness and death represented in Atta Verin’s short story “Kebahagiaan yang Membunuh” through the lens of Lévi-Strauss’s Structuralism. Using a descriptive qualitative method and close reading technique, the study identifies that the narrative is primarily structured around the central opposition of happiness–death, mediated by desire, pretense, and sacrifice. The protagonist, Malla, embodies the modern individual trapped within the myth of fabricated happiness, choosing to preserve the illusion of familial harmony despite undergoing a form of “inner death.” The analysis reveals that enforced happiness ultimately leads to emotional destruction and highlights a social critique of contemporary culture, which prioritizes the image of happiness over genuine emotional honesty.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Artikel ini membahas oposisi biner antara kebahagiaan dan kematian yang direpresentasikan dalam cerpen “Kebahagiaan yang Membunuh” karya Atta Verin dengan menggunakan pendekatan Strukturalisme Lévi-Strauss. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam (<em>close reading</em>). Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita ini terutama disusun melalui oposisi utama kebahagiaan–kematian yang dimediasi oleh hasrat, kepura-puraan, dan pengorbanan. Tokoh Malla menjadi representasi manusia modern yang terjebak dalam mitos kebahagiaan semu dan memilih mempertahankan ilusi kebahagiaan keluarga meskipun harus mengalami “kematian batin”. Cerpen ini mengungkap bahwa kebahagiaan yang dipaksakan justru menimbulkan kehancuran, serta mencerminkan kritik sosial terhadap budaya modern yang mengejar citra bahagia tanpa kejujuran emosional.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya